SMA Negeri 2 Padangsidimpuan Mantap Laksanakan PTM Terbatas

http://www.kiispadangsidimpuan.com-PADANGSIDIMPUAN
Sampai dengan hari kedua pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas, Selasa (7/8/2021), SMA Negeri 2 Kota Padangsidimpuan tetap mantap dan sigap menerapkan Protokol Kesehatan.

Kepala SMAN 2 Padangsidimpian Darazad Daulay kepada Reporter KIIS FM Lily Lubis menjelaskan, pada Tahun Ajaran 2021-2022 ini total jumlah siswa kelas X, XI dan XII sebanyak 717 orang.

Jumlah tenaga pendidik atau guru sebanyak 51 orang dan 8 tenaga administrasi (tata usaha). Baru 85 persen yang sudah divaksin, sedangkan yang 15 persen belum karena ada penyakit bawaan (komorbid) dan sedang cuti melahirkan.

“Apabila mereka sudah sehat, kita sarankan agar segera divaksin. Karena syarat untuk mengajar di kelas sesuai dengan Instruksi Gubernur Sumatera Utara bapak Edy Rahmayadi, guru tersebut harus sudah divaksin,” jelas Kepala SMAN 2 Padangsidimpuan.

Ditanya apakah jumlah siswanya masih tetap 717 orang, mengingat di sekolah lain sudah ada siswa yang menikah karena terlalu lama tidak belajar di sekolah ?

Darazad menyebut jumlah siswanya masih tetap 717 orang. Namun pada pelaksanaan PTM Terbatas ini beberapa orang tidak masuk sekolah karena sedang sakit dan izin karena alasan tertentu. “Tdak ada yang menikah,” tegasnya.

Pantauan Reporter KIIS FM Lily Lubis di SMAN 2 Padangsidimpuan, sebelum memasuki ruang kelas, seluruh siswa dan guru diwajibkan memakai masker dan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan suhu tubuh di gerbang sekolah.

Kemudian mencuci tangan pakai sabun dan menerima panduan singkat tentang apa-apa saja yang boleh dilakukan di dalam ruang kelas. Seperti tetap menjaga jarak antara satu sama ain sesuai dengan posisi kursi yang telah diatur pihak sekolah.

Lebih lanjut Kepala SMAN 2 menambahkan, setiap siswa mengikuti PTM Terbatas hanya dua hari dalam seminggu. Selebihnya mengikuti pembelajaran dalam jaringan (Daring) dari rumah.

Ditanya apakah ada guru atau siswa yang belum bisa mengikuti PTM Terbatas karena masih menjalani isolasi. Darazad menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada yang terpapar Covid-19 dan semoga semuanya tetap sehat walafiat.

Kemudian apabila ada siswa atau guru yang diduga terpapar Covid-19 saat mengikuti PTM Terbatas, pihaknya akan langsung membawanya ke Puskesmas terdekat.

“Sebelum pelaksanaan PTM Terbatas ini, kami sudah terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kepling, Lurah, Camat Sidimpuan Utara dan Kepala Puskesmas Sidogap-dogap. Jika terjadi hal yang tak diingini, kami sudah siap ,” jelas Darazad Daulay.

Terakhir Kepala SMAN 2 Padangsidimpuan meminta kepada seluruh masyarakat, khususnya siswa dan orangtua, agar ttao jaga kesehatan dan patuhi semua Protokol Kesehatan sehingga kita semua terhindar dari Covid–19.

“Mari kita semua senantiasa mendoa’akan agar Pandemi ini cepat berlalu, sehingga kita bisa kembali hidup normal dan belajar di sekolah seperti sedia kala,” pinta Kepala SMAN 1 Padangsidimpuan. (LL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *