Kesadaran Warga Sidimpuan Meningkat, Satpol PP Banyak Jaring Penduduk Luar Kota

http://www.kiispadangsidimpuan.com. PADANGSIDIMPUAN-Razia penyakit masyarakat yang di lakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemko Padangsidimpuan ke berbagai lokasi yang diduga menjadi tempat berbuat mesum, terus berlanjut.

Sayangnya, di saat tingkat kesadaran warga Kota Padangsidimpuan semakin membaik, justru penduduk luar kota yang banyak terjaring razia tersebut.

Seperti pada razia yang digelar pada Senin (17/5/2021) malam dipimpin langsung Plt. Kasat Pol PP Ali Ibrahim Dalimunthe. Sepuluh orang berlainan jenis atau 5 pasangan yang diduga sedang berbuat mesum di pondok-pondok kawasan Jalan Baru Sidimpuan By Pass berhasil dijaring.

Masih pada malam itu juga, razia penyakit masyarakat berlanjut ke hotel-hotel yang ada di kota ini. Hasilnya, 20 orang atau 10 pasangan berhasil diamankan karena diduga sedang atau baru saja berbuat mesum.

Keesokan harinya, Selasa (18/5/2021) sore, razia kembali digelar dan berhasil mengamankan 6 orang atau 3 pasangan di pondok-pondok yang ada di Bukit Simarsayang.

Malam harinya, 2 orang atau 1 pasangan diamankan di pondok-pondok yang ada di Jalan Baru Sidimpuan By Pass. Razia berlanjut ke sejumlah hotel di kawasan pusat kota, 18 orang berlainan jenis atau 9 pasangan berhasil dijaring tim Satpol PP yang didampingi TNI dan Polri.

Plt. Kasatpol PP Ali Ibrahim Dalimunte mengatakan, setelah dilakukan pendataan ternyata hampir 80 persen dari pasangan yang terjaring itu adalah warga luar Kota Padangsidimpuan.

Ada warga Kota Sibolga, Tapanuli Selatan (Tapsel), Padanglawas Utara (Paluta), Mandailing Natal (Madina), Padanglawas (Palas) dan bahkan dari Kota Medan dan Binjai.

“Penertiban ini akan kita gelar secara terus menerus. Tetimakasih kepada warga Kota Padangsidimpuan yang telah meningkat kesadarannya untuk tidak lagi berbuat hal-hal terkait penyakit masyarakat ini,” katanya

Ali Ibrahim Dalimunthe juga mengimbau kepada seluruh orangtua yang telah memiliki anak remaja atau dewasa, agar tidak pernah bosan atau berhenti menjaga atau memantaunya. Sehingga anak tersebut tidak terjerumus perbuatan mesum atau jenis penyakit masyarakat lainnya.

Kepada penduduk luar Padangsidimpuan yang datang ke kota ini juga dihimbau agar jangan berbuat hal-hal terlarang. “Kami akan pantau terus, karena kota ini bukan destinasi perbuatan mesum,” tegasnya. (LL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *