Terjadi Di Tapsel, Pria Beristri Cabuli 5 Anak-Anak

http://wwwkiispadangsidimpuan.com. Tapsel – Seorang pria beristri warga Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, MSSTH alias SH, ditangkap polisi karena mencabuli lima orang anak-anak dalam waktu berbeda di rumahnya.

“Seluruh korban merupakan tetangga dan kawan putrinya sendiri,” kata Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradhana Elhaj melalui Kasat Reskrim AKP Palus Robert Gorby dalam konferensi pers hasil tangkapan tahun 2020 di Mapolres, Rabu (27/1).

Konferensi pers ini turut dihadiri Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemkab Tapsel Tiorisma Damayanti, Camat Angkola Timur Ricky Hadamean Siregar dan Kapolsek Padang Bolak AKP Zulfikar.

Kasat Reskrim Polres Tapsel menjelaskan, tersangka melakukan perbuatan bejat itu sejak tahun 2017 sampai 2018. Kemudian pada tahun 2019 melarikan diri dan 20 Oktober 2020 ditangkap di Lubuk Malako, Nagari Sukun Barat, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat.

Adapun perbuatan bejat MSSTH alias SH ini berawal dari bulan Agustus 2019. Dia mendatangi rumah Korban Pertama yang masih anak-anak, lalu menggendong dan membawanya ke rumahnya.

Orangtua korban tidak curiga, karena menganggapnya sebagai bentuk kasih sayang oragtua kepada anak-anak. Apalagi pekaku juga punya anak perempuan. Namun ironisnya, anggapan itu berbuah petaka.

Tiba di rumah dan bermain sebentar, pelaku membawa Korban Pertama ke kamar dan kemudian tertidur. Pada saat itulah MSSTH melakukan aksi bejatnya. Korban terbangun dan sadar bahwa sudah tidak pakai celana dalam.

Korban Kedua adalah seorang anak perempuan yang masih usia TK dan menonton TV di rumah pelaku. Pada tahun 2018, korban tidak ingat tanggal dan bulan, MSSTH datang dari dapur, langsung mengangkat dan memangkunya. Saat itulah dia meraba-raba kemaluan korban.

Masih tahun 2018, aksi bejat dilakukan MSSTH kepada Korban Ketiga. Pelaku menarik korban ke dalam kamar, padahal saat itu korban sedang bermain bersama putri pelaku.

Di dalam kamar, pelaku duduk di atas tempat tidur dan kemudian membuka celana korban hingga sebatas lutut. Kemudian meraba-raba dan memasukkan jarinya.

Aksi bejat berikutnya dialami Korban Keempat pada April 2018. Saat itu putri pelaku bersama teman-temannya sedang bermain game di HP. Kemudian MSSTH datang dan duduk dengan modus mengajari anak-anak itu cara memainkan game agar bisa selalu menang.

Saat itulah dia memangku Korban Keempat dan meraba-raba kemaluan korban. Ironisnya, aksi bejat itu dilakukannya di samping putrinya sendiri yang bersama teman-temannya fokus memainkan game sebagaimana yang diajarkan pelaku.

Korban Kelima masih juga tetangga dan teman putri pelaku sendiri. MSSTH memanggil korban yang sedang bermain bersama putrinya di halaman rumah. Kemudian membawanya ke kamar dan menidurkannya di tempat tidur.

Pelaku lansung membuka celana korban dan meraba-raba kemaluan korban. Agar tidak ribut dan meronta, MSSTH menutup wajah korban dengan bantal.

“Setiap selesai melakukan aksi bejatnya, pelaku selalu minta korban jangan bilang-bilang kepada siapapun. Bahkan ada yang dijanjikan diberi uang, namun itu hanya alibi tersangka agar perbuatannya tidak terbongkar,” kata Kasat Reskrim Polres Tapsel.

DAMPINGI

Sementara Kadis PP & PA Pemkab Tapsel Tiorisma Damayanti mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendampingan terhadap semua korban. Tujuannya, untuk memulihkan psikologis korban yang masih anak-anak dan mengalami trauma berat.

Ditanya apakah para korban ditempatkan di tempat khusus ? Tiorisma menyebut pihkanya belum memiliki Rumah Aman atau Rumah Singgah. Semua korban masih bersama orangtua masing-masing.

“Pendampingan kita lakukan secara berkelanjutan. Kami bersama pihak pemerintah kecamatan aktif mendatangi dan memberikan pendampingan kepada para korban,” ujarnya.

Camat Angkola Timur Ricky H. Siregar menambahkan, setelah dilakukan pendampingan bekerjasama dengan Dinas PP & PA, pemerintahan desa, para tokoh dan warga, kondisi seluruh korban saat ini sudah mulai membaik.

“Psikologinya kita lihat sudah membaik. Hasil laporan pedampingan juga menunjukkan kemajuan. Mohon do’a kita semua agar mereka segera pulih dan kejadian ini tidak pernah terjadi lagi, khususnya di Tabagsel,” ujar Ricky. (Lily Lubis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *