RSUD P.Sidimpuan Miliki Mesin Uji Swab Covid-19

http://www.kiispadangsidimpuan.com. P.SIDIMPUAN-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padangsidimpuan sebagai Rumah Sakit Rujukan Covid-19 yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan RI, kini telah memiliki mesin penguji sampel swab. Dalam sehari mampu memeriksa 217 sampel swab.

Mesin uji swab ini ditempatkan di laboratorium biomolekular Polymerase Chain Reaction (PCR) atau ruang khusus penanganan Covid-19 di bekas rumah sakit bersalin pada bagian belakang bangunan RSUD Padang Sidimpuan.

Untuk mengetahui hasil pemeriksaan sampel swab hanya butuh waktu 2 jam. Namun karena proses birokrasi dan lainnya, hasil uji sampel swab diberitahukan kepada pasien paling lambat tiga hari.

Pengambilan dan pemeriksaan sampel swab ini sama sekali tidak dipungut biaya. Terkecuali ada hal khusus yang memang harus mengeluarkan biaya tambahan di luar yang disediakan.

Peresmian perdana penggunaan laboratorium ini digelar pada Selasa (22/12) oleh Gubernur Sumatera Utara Edy rahmayadi diwakili Kadis Kesehatan Pemprovsu Alwi Mujahid Hasibuan dan Sekretaris Satgas Covid-19 Sumut Arsad Lubis.

Hadir dari BNPB Pusat Mayjen (Purn) Darlah Harahap, Wali Kota Sidimpuan Irsan Efendi Nasution, Ketua DPRD Siwan Siswanto, Kapolres AKBP Juliani Prihartini, Dandim 0212/TS Letkol Inf. Rooy Chandra Sihombing, Wawako Arwin Siregar, Sekdaki Letnan Dalimunthe dan lainnya.

Plt. Direktur RSUD Padang Sidimpuan Sopian Subri melaporkan, pada laboratorium biomolekular PCR ini terdapat mesin RT-PCR swab test, Reagent PCR, dan Reagent Ekstraksi bantuan BNPB melalui Satgas Covid-19 Sumut.

Bangunan ruangan dan alat-alat pendukung lainnya bersumber dari Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemko Padangsidimpuan. Tim petugas laboratorium telah mengikuti pelatihan di laboratorium mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU).

“Laboratorium ini menggunakan mesin PCR dan Reagent dengan teknologi yang dapat menjangkau semua kalangan masyarakat di Tapanuli Bagian Selatan yang jumlahnya mencapai 1,5 juta jiwa,” kata Sopian.

Sementara Gubsu Edy Rahmyadi diwakili Kadis Kesehatan Alwi Mujahid Hasibuan mengatakan, mesin pada laboratorium ini sudah berfungsi dengan baik. Tingkat akurasi mendekati sempurna atau di atas 95 persen.

Dengan keberadaan mesin PCR, maka kebutuhan untuk Testing, Tracing, Treatmen (3T) di rumah sakit rujukan regional ini sudah lengkap. Ditegaskannya, laboratorium ini diperuntukkan untuk masyarakat se Tabagsel, bukan Padang Sidimpuan saja.

“Laboratorium ini mampu memutus rentang waktu proses sampel swab. Jika selama ini hasil uji sampel swab masyarakat Tabagsel yang dikirim ke Medan paling cepat diketahui dalam waktu sepekan, kini paling lambat tiga hari,” katanya.

Kadiskes Sumut meminta kepada Pemko Padangsidimpuan, Pemkab Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padanglawas Utara dan Padanglawas agar benar-benar maksimal memanfaatkan keberadaan laboratorium ini.

Pada kesempatan ini juga dimintanya agar seluruh tenaga kesehatan diperiksa, dilakukan secara berkesinambungan minimal dua minggu sekali. Sebab, kasus tenaga kesehatan Sumut yang terkontaminasi Covid-19 tertinggi kedua di seluruh Indonesia.

“Kami percayakan mesin ini kepada RSUD Padang Sidimpuan. Ini tidak berbahaya. Jikapun nanti Pandemi Covid-19 mulai berkurang, silahkan layani perusahaan-perusahaan. Tapi harus berbayar,” pesannya.

Wali Kota Padang Sidimpuan Irsan Efendi Nasution SH mengatakan, keberadaan laboratorium ini akan semakin mendekatkan dan memudahkan pemeriksaan sampel swab masyarakat. Diharap
pengendalian Covid-19 di Tabagasel bisa semakin maksimal.

“Kepada manajemen rumah sakit, tolong bekerja sebaik mungkin. Ingat, kinerja bapak ibu akan menetukan wajah Kota Padangsidimpuan. Kepada Satgas Covid dan Dinas Kesehatan Sumut, tolong terus dukung dan bimbing kami,” harap Irsan. (lily lubis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *