Niat Membangun Desa, Mahasiswa KKN 15 Tahun Tak Pulang Kampus

Niat Membangun Desa, Mahasiswa KKN 15 Tahun Tak Pulang Kampus
Ilustrasi petani menyemprotkan pestisida. (Pixabay/wuzefe)

Suara.com – Kisah Kasim kembali menjadi sorotan publik. Ia adalah mahasiswa IPB yang 15 tahun tidak pulang kampus usai Kuliah Kerja Nyata atau KKN lantaran melebur dengan masyarakat.

Viralnya kisah Kasim dipicu dari cuitan akun @collegemenfess yang diunggah pada Sabtu (11/7/2020). 
Dalam unggahan tersebut @collegemenfess membagikan tangkapan layar artikel berjudul “15 Tahun Tak Pulang Kampus Usai KKN, Mahasiswa IPB Ini Justru Pilih Melebur dengan Masyarakat Petani Desa dan Tinggalkan Bangku Kuliah, Lulus dan Dapat Gelar Insinyur Istimewa Tanpa Skripsi”.

“Terharu bacanya,” tulis @collegemenfess mengomentari kisah Kasim.

Pria yang bernama lengkap Muhammad Kasim Arifin itu mengambil tindakan berani untuk tidak pulang ke kampus padahal masa KKN telah selesai. Ia merupakan mahasiswa Fakultas Pertanian, IPB pada tahun 1964.

Kasim disebut-sebut menghilang selama 15 tahun untuk mengabdi pada masyarakat Waimital, Pulau Seram, Maluku.

Ketika KKN, Kasim memperkenalkan program Panca Usaha Tani. Merasa belum cukup memberikan bekal pengetahuan kepada masyarakat di sana, ia memutuskan untuk tidak pulang meskipun KKN telah selesai.

Kasim menolak pulang dan memilih untuk tinggal di Waimital. Sejak saat itu, ia berkontribusi dalam berbagai hal untuk perkembangan dan kemajuan masyarakat di sana.

Misalnya, membuka jalan desa, membangun sawah, dan membuat irigasi. Kasim mengerjakan semua itu tanpa bantuan uang dari pemerintah.

Kontribusi Kasim yang besar membuat dirinya dipanggil Antua oleh warga setempat. Antua adalah sebutan bagi orang yang dihormati di Maluku.

Sebenarnya, banyak pihak yang membujuk Kasim untuk pulang dan menyelesaikan kuliahnya. Namun ia tidak perduli dengan saran dari orang tua hingga rektor IPB.

Kasim akhirnya dapat dibujuk oleh sahabatnya, Saleh Widodo untuk pulang. Kasim pun mendapat gelar insinyur pertanian istimewa, tanpa skripsi, tanpa ujian.

Pengabdiannya di masyarakat Waimital selama 15 tahun menjadi alasan gelar itu dianugerahkan kepada Kasim.

Pada Minggu (12/7/2020), unggahan akun @collegemenfess telah mendapat 3 ribu retweet dan 16.700 likes. Kisah ini membuat banyak warganet beraksi dan memberikan komentar.

“The real tri dharma perguruan tingginya kepake,” kata @masdobleeh.

“Baru baca ini kemaren, terharu banget sebegitu cintanya dia sama apa yang dia lakuin. Sampai akhirnya dia pulang dan diwisuda setelah belasan tahun, sampai akhirnya dia balik lagi ke Maluku dan berakhir balik ke Aceh buat ngajar jadi dosen di sana, salut banget!” ujar @fedoSL_.

“Nah ini, KKN tuh bukan cuma tempat ajang cari selingkuhan yak,” komentar @lyzyman.

sumbir : https://www.suara.com/news/2020/07/12/161424/niat-membangun-desa-mahasiswa-kkn-15-tahun-tak-pulang-kampus?utm_source=whatsapp&utm_medium=share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *