Gara-gara Parbalokan, Parningotan Kena Parang

SANGKUNUR (KIIS News) : Ditengarai akibat parbalokan (Perselisihan batas lahan kebun) di Desa Tindoan Laut, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan , Parningotan berujung kenak parang, Kamis (11/6) siang.


Peristiwa memilukan itu terjadi di lahan pertanian di Aek Bomban, di desa yang sama. Pelakunya ayah dan anak.
Pengakuan saksi Rikkot Yoyakin ,31, dirinya dan korban Pesta Parningotan ,45, merupakan pamannya sendiri. Dan Manto ,44, Asbullah ,44, yang kini jadi saksi, siang itu berjalan menuju lahan perkebunan masing-masing, di Aek Bomban. 


Lahan mereka itu berdekatan dan berbatasan dengan milik Sori Manullang ,44,. Saat itu mereka ber empat berpisah sesampainya di kebun masing-masing.
 Namun saat itu, Manto berjalan ke arah pondok kebun milik Sori Manullang, dan dari jarak 100 Meter ia mendengar cekcok dan teriakan dari Pesta Parningotan.

Lalu Manto pun berteriak meminta tolong dengan temannya, Asbullah. Dan mereka pun menuju lokasi cekcok tadi.
Di sana, istri Sori Manullang bertanya dengan suara tinggi. Mengapa Pesta Parningotan mendatangi lahan itu.
“Kenapa kalian datang kesini,” kata Manto mengulangi perkataan istri Sori Manullang, Tak lama kemudian, dari arah pepohonan sawit di perkebunan itu, Sori Manullang dan anaknya Samuel datang berlari dengan membawa parang. Keduanya mengejar Rikkot dan Pesta Parningotan.


Parningotan tak sempat melarikan diri, ia pun bergumul dengan ayah dan anak itu. Ia menahan dengan tangan kirinya ayunan parang dari Sori Manullang, yang mengarah ke bagian kepalanya. 
Parningotan pun kritis dengan luka di dahi sebelah kiri, kepala atas bagian kiri, serta di pergelangan, punggung dan hasta tangan kirinya.
 
Setelah puas, Sori Manullang dan anaknya pun mengejar Rikkot yang terus berlari. Ybelakangan dapat menyelamatkan diri.
Sementara korban, Parningotan  kondisinya kritits, dilarikan ke RSUD Kota Padangsidimpuan, bersamaan dengan polisi. Kemudian mengamankan Sori Manullang, usai mendapat laporan.
Menurut Kapolsek Batangtoru, saat ini ia telah membagi tim dalam melakukan pengejaran terhadap Samuel Manullang. Motif pembacokan ini, kata Abdi diduga gara-gara batas lahan perkebunan.
“Ini masalah tapal batas atau parbalokan perkebunan. Saat ini kami masih di lapangan, masih mengejar yang anaknya ini,” terangnya kepada wartawan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *