Cerita Mahasiswa Asal Thailand di Sidimpuan Yang Tidak Bisa Pulang ke Negaranya

Mahasiswa Thailand di kota Padangsidimpuan. Mereka tidak bisa pulang karena tidak memiliki tiket

PADANGSIDIMPUAN-Keinginan belasan mahasiswa asal Thailand di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, untuk bertemu dengan keluarga pada saat hari  Raya Idul Fitri harus tertunda. Sebab, mereka tidak memiliki tiket pesawat untuk pulang ke negaranya.

Lantas, seperti apa kehidupan mereka di Kota Padangsidimpuan meski kampus mereka Institut Agama Islam Negeri (IAIN) sudah meliburkan mahasiswanya sejak beberapa bulan yang lalu. Lalu, bagaimana mereka  mengisi hari libur mereka terutama pada saat Puasa Ramadhan.

LENSAKINI, sengaja mendatangi kos-kosan mereka di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Padangmatinggi, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Kota Padangsidimpuan.

Sebagai mahasiswa IAIN, mereka tentunya memulai hari dengan Salat Subuh berjamah bagi yang berkesempatan, terutama pada saat Puasa Ramadhan. Belasan mahasiswa asal negeri gajah itu lebih rajin untuk melaksanakan salat berjamah, terutama Subuh.

Bagi mahasiswa pria, setelah melaksanakan ibadah, waktu luang dimanfaatkan untuk menjalin silaturrahmi antar sesama dan berdiskusi tentang mata perkuliahan. Setelah pemerintah menerapkan sistem belajar di rumah, tentunya, mereka harus bisa saling mengisi, karena harus belajar jarak jauh dengan dibimbing seorang dosen.

Khusus Puasa Ramadhan,  kesibukan semakin bertambah. Siang menjelang sore, para mahasiswa dari berbagai jurusan  itu terlihat sibuk mempersiapkan menu buka puasa yang akan dijual. Hasil dari penjualan akan dimanfaatkan untuk menambah tabungan  keuangan yang dikirim oleh orangtua dari negaranya.

“Rindu kampung halaman itu pasti. Tapi di tengah situasi pandemi ini tidak bisa pulang, “Ujar Asman Salae mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam. Mahasiswa yang akrab disapa Asman  itu mengaku tidak mendapatkan tiket pesawat.

Berjualan merupakan aktifitasnya sehari-hari terutama pada saat Puasa Ramadhan. Tujuannya adalah untuk membantu orangtua mereka agar biaya yang akan dikirim tidak terlalu banyak.”Menu apa yang kami bisa buat, itu yang dijual agar bisa menambah penghasilan dan mengurangi beban orangtua.

Secara keseluruhan kata Asman, jumlah mahasiswa asal Thailand yang  menempuh pendidikan di IAIN Padangsidimpuan berjumlah 20 orang. Namun, empat rekannya sudah duluan pulang sebelum virus mematikan itu merebak. Ketika ditanya tentang kesulitan yang dirasakan, Asman mengaku belum merasakan kesulitan, meski jauh dari orangtua. “Tapi kalau kondisi semakin membaik kami ingin pulang karena mau libur semester,”tandasnya. (zn)

sumber : https://lensakini.com/daerah/cerita-mahasiswa-asal-thailand-di-sidimpuan-yang-tidak-bisa-pulang-ke-negaranya/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *