Ini Bantuan yang Disalurkan Pemprovsu Selama Pandemi Covid-19

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) telah, sedang, dan akan terus menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat dan mereka yang berhak menerima, baik alat kesehatan maupun bahan pangan pokok.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan dan membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (Sekdaprovsu), Dr Hj R Sabrina, menyampaikan berdasarkan arahan dari Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, bantuan yang bersumber dari dana APBD Sumut tersebut diarahkan untuk kegiatan yang berkenaan dengan kesehatan, jaring pengaman sosial, dan stimulus ekonomi.

Kesehatan ditujukan untuk penyiapan rumah sakit khusus Covid-19 berupa alat dan tenaga kesehatan, obat-obatan serta operasional pendukung kesehatan lainnya. Saat ini sudah beroperasi RS khusus Covid-19 adalah RS GL Tobing dengan kapasitas 49 kamar, RS Martha Friska 1 dengan kapasitas 120 kamar, dan RS Martha Friska 2 sebanyak 110 kamar, wisma atlet 99 kamar, serta beberapa lokasi lainnya mencapai target 500 kamar.

“Selain ini dipersiapkan juga sebagai cadangan beberapa gedung hingga 1.000 kamar, untuk antisipasi terhadap kemungkinan melonjaknya masyarakat yang terpapar Covid-19,” ujar Sabrina Senin (11/5).

Di samping itu, katanya, sudah disiapkan pula tempat karantina sementara di Kabupaten Batubara bagi pekerja migran Indonesia yang kembali dan transit ke Sumut. Tempat karantina sementara ini juga akan disiapkan di Kota Tanjungbalai.

Bantuan logistik kesehatan ini didistribusikan kepada rumah sakit rujukan dan non rujukan serta RSUD seluruh kabupaten/kota termasuk tempat karantina sementara dan petugas dalam rangka penanganan Covid-19.

Jaring Pengaman Sosial (JPS) ditujukan membantu masyarakat yang membutuhkan dan pantas menerima bantuan atau keluarga prasejahtera. Mengingat kondisi masyarakat sudah mendesak butuh bantuan, JPS yang disalurkan berupa bantuan sembako kepada 1.321.426 KK sesuai jumlah KK prasejahtera yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Dijelaskan, DTKS digunakan sebagai pedoman jumlah penerima bantuan, tetapi dalam penyalurannya diperhatikan kondisi calon penerima. Bila ternyata kondisi keluarga tersebut tidak pantas menerima (walaupun termuat dalam DTKS), maka tidak diberi bantuan dan dikeluarkan dari daftar.

“Bila terdapat keluarga yang memang pantas menerima bantuan, walaupun tidak termuat dalam daftar DTKS, maka diberikan bantuan dan dicatatkan namanya. Hal ini untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran sekaligus validasi data,” katanya.

Di samping bantuan APBD, PDAM sebagai BUMD Provinsi Sumut juga membantu meringankan beban masyarakat tertentu dengan memberlakukan pembayaran gratis selama tiga bulan terhadap pelanggan air kategori rumah tangga 1 dan pelanggan sosial yang terdiri atas rumah ibadah, panti asuhan, panti jompo, yayasan yatim piatu juga Puskesmas.

Bantuan dalam bentuk stimulus ekonomi bertujuan membantu pelaku usaha yang terdampak Covid-19 dapat menggerakkan usahanya untuk kepentingan keluarga dan perputaran ekonomi daerah. Stimulus ini lebih diutamakan bagi para pelaku UMKM, koperasi, dan kelompok usaha, termasuk petani, peternak dan nelayan.

Ada juga bantuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut yang berasal dari donasi masyarakat. Uang tunai, katanya, yang diterima belum digunakan atau masih dicadangkan untuk hal-hal yang diperlukan nantinya. 

Sumber : https://waspada.co.id/2020/05/ini-bantuan-yang-disalurkan-pemprovsu-selama-pandemi-covid-19/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *